LAPORAN BACAAN "3"
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuhu
Karakteristik
berasal dari kata karakter dengan arti tabiat/watak, pembawaan atau kebiasaan
yang dimiliki oleh individu yang relatif tetap. Menurut Moh. Uzer Usman (1989)
Karakteristik adalah mengacu kepada karakter dan gaya hidup seseorang serta
nilai-nilai yang berkembang secara teratur sehingga tingkah laku menjadi lebih
konsisten dan mudah di perhatikan. Menurut Sudirman (1990) Karakteristik siswa adalah
keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada siswa sebagai hasil dari
pembawaan dari lingkungan sosialnya sehingga menentukan pola aktivitas dalam
meraih cita-citanya.
Ada
dua karakteristik kemampuan awal peserta didik :
1)
Latar Belakang Akademik
a.
Jumlah peserta didik
Guru perlu mengetahui beberapa
jumlah peserta didik yang akan diajar untuk mengetahui apakah mengajar pada
kelas kecil atau kelas besar. Pemahaman guru terhadap jumlah peserta didik akan
mempengaruhi persiapan guru dalam menentukan materi, metode, media, waktu yang
dibutuhkan, dan evaluasi pembelajaran yang dilaksanakan. Untuk mengetahui
jumlah peserta didik maka guru dapat berkoordinasi dengan bagian akademik.
b.
Latar belakang peserta didik dalam pemahaman guru terhadap latar belakang
peserta didik seperti latar belakang keluarga, ekonomi, tingkat hobi dan lain
sebagainya juga berpengaruh terhadap proses perumusan perencanaan sistem
pembelajaran. Untuk memperoleh data tentang latar belakang peserta didik dapat
diperoleh melalui pengisian biodata oleh peserta didik.
c.
Indeks prestasi yaitu indeks prestasi peserta didik juga menjadi penting untuk
diketahui oleh guru, agar materi yang diberikan sesuai dengan kemampuan:
- Dapat
disesuaikan dengan tingkat prestasi yang mereka miliki.
- Bahkan
peserta didik yang memiliki tingkat prestasi yang homogen dapat ditempatkan
pada kelas yang sama.
- Guru
juga bisa mempertimbangkan tingkat keluasaan dan kedalaman materi yang
disampaikan dengan prestasi yang dimiliki peserta didik. Untuk mengetahui
indeks prestasi peserta didik dapat diperoleh melalui nilai raport sebelumnya
atau seleksi kemampuan awal peserta didik yang diselenggarakan oleh lembaga.
d.
Tingkat intelegensi dalam memahami tingkat intelegensi peserta didik juga dapat
mengukur dan memprediksi:
- Tingkat
kemampuan mereka dalam menerima materi pelajaran.
- Mengukur
tingkat kedalaman dan keluasan materi.
- Bahkan
dengan memahami tingkat intelegensi peserta didik guru dapat menyusun materi,
metode, media, serta tingkat kesulitan evaluasi terhadap tingkat intelegensi
peserta didik. Tingkat intelegensi peserta didik dapat diperoleh melalui tes
intelegensi peserta didik atau tes potensi akademik.
e.
Keterampilan membaca yaitu salah satu kecakapan yang harus dimiliki oleh
peserta didik dalam belajar adalah keterampilan membaca. Keterampilan membaca
adalah menyangkut tentang kemampuan peserta didik dalam menyimpulkan dimana secara
tepat dan akurat tentang bahan bacaan yang kita baca. Untuk mengetahui tingkat
keterampilan membaca peserta didik dapat dilakukan melalui tes membaca dan
menyimpulkan bahan bacaan dalam rentang waktu yang telah ditentukan.
f.
Nilai ujian, pada nilai ujian juga dapat dijadikan sebagai pedoman untuk memahami
karakteristik awal peserta didik. Karena untuk memperoleh nilai ujian peserta
didik perlu dilakukan kemampuan awal peserta didik terhadap mata pelajaran yang
diampu oleh guru yang bersangkutan.
g.
Kebiasaan belajar/gaya belajar yaitu aspek lain yang perlu diperhatikan oleh
guru dalam proses pembelajaran adalah memahami gaya belajar peserta didik atau
disebut juga dengan learning style.
h.
Minat Belajar
i.
Harapan atau keinginan peserta didik
j.
Lapangan Kerja yang Diinginkan
Karakteristik
peserta didik didefinisikan sebagai ciri dari kualitas perorangan peserta didik
yang ada pada umumnya meliputi antara lain kemampuan akademik, usia dan tingkat
kedewasaan, motivasi terhadap mata pelajaran, pengalaman, ketrampilan,
psikomotorik, kemampuan kerjasama, serta kemampuan sosial (Atwi Suparman, 2001:
123).
Karakteristik
siswa itu sesuai dengan tahap-tahap perkembangan siswa. Misalnya, keberhasilan
dalam bidang akademik di sekolah dasar menjadi hal utama sebagai salah satu
pencapaian keberhasilan seorang siswa, oleh karenanya penghargaan terhadap
mereka yang memiliki kemampuan akademis tinggi akan sangat dirasakan. Semua
karakteristik yang bersifat umum perlu dipertimbangkan dalam menciptakan proses
belajar yang dapat membantu individu mencapai kemampuan yang optimal. Analisis
karakteristik awal siswa merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk
memperoleh pemahaman tentang tuntutan, bakat, minat, kebutuhan dan kepentingan
siswa, berkaitan dengan suatu program pembelajaran tertentu. Tahapan ini
dipandang begitu perlu mengingat banyak pertimbangan seperti siswa,
perkembangan sosial, budaya, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta
kepentingan program pendidikan/pembelajaran tertentu yang akan diikuti siswa.
Karakteristik
peserta didik sangat penting untuk diketahui oleh pendidik, karena ini sangat
penting untuk dijadikan acuan dalam merumuskan strategi pengajaran. Strategi
pengajaran terdiri atas metode dan teknik atau prosedur yang menjamin siswa
mencapai tujuan. Strategi dan metode pembelajaran berguna untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang diinginkan.
Karakteristik
peserta didik dilakukan setelah perancang pembelajaran mengidentifikasi tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai. Sehingga juga ditunjukkan bahwa hasil analisis
karakteristik peserta didik selanjutnya dijadikan pijakan kerja dalam memilih,
menetapkan, dan mengembangkan strategi pengelolaan pembelajaran. Dengan konteks
seperti ini, menjadi semakin jelas perlunya dilakukan penelitian karakteristik
siswa yang berkaitan dengan kefektifan pembelajaran agar dapat dipakai sebagai
dasar bagi para ilmuwan dan teknologi pembelajaran serta para guru dalam
mendesain program-program pembelajaran.
Karakteristik
peserta didik yang dapat diidentifikasi sebagai faktor yang amat berpengaruh
terhadap proses dan hasil belajar adalah kecerdasan, kemampuan awal, gaya
kognitif, gaya belajar, motivasi, dan faktor sosial-budaya. Informasi tentang
tingkat perkembangan kecerdasan siswa amat diperlukan sebagai pijakan dalam
memilih komponen-komponen dalam pembelajaran, seperti tujuan pembelajaran,
materi, media, strategi pembelajaran, dan evaluasi (Gardner, 1993; Amstrong,
1994).
Pada
karakteristik peserta didik, guru dituntut untuk dapat mengemas perencanaan dan
pengalaman belajar yang akan diberikan kepada siswa dengan baik, menyampaikan
hal-hal yang ada di lingkungan sekitar kehidupan siswa sehari-hari, sehingga
materi pelajaran yang dipelajari tidak abstrak dan lebih bermakna bagi anak.
Karakteristik
peserta didik dalam pembelajaran serta melihat kondisi belum optimalnya hasil
belajar siswa saat ini, tugas yang diemban para pendidik dan perancang di
bidang pembelajaran sangat rumit karena harus berhadapan dengan sejumlah
variabel kondisi yang berada di luar kontrolnya. Satu variabel yang sama sekali
tidak dapat dimanipulasi oleh guru atau perancang pembelajaran adalah
karakteristik siswa. Variabel ini mutlak harus dijadikan pijakan dalam memilih
dan mengembangkan strategi pembelajaran yang optimal. Upaya apapun yang dipilih
dan dilakukan oleh guru dan perancang pembelajaran harus bertumpu pada
karakteristik perseorangan siswa sebagai subjek belajar.
Setiap
perserta didik memiliki karakteristik yang berbeda-beda, dari gaya belajar nya
pun juga berbeda. Oleh karena itu setiap pelaksanaan pendidikan harus bisa
memahami semua sifat karakteristik. Guru pun juga bisa membuat metode
pembelajaran yang lebih efektif.
Menurut
Hamzah. B. Uno (2007) Karakteristik siswa adalah aspek-aspek atau kualitas
perseorangan siswa yang terdiri dari minat, sikap, motivasi belajar, gaya
belajar kemampuan berfikir, dan kemampuan awal yang dimiliki. Siswa atau anak
didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok
orang yang menjalankan pendidikan.
Karakteristik,
gaya belajar, kecerdasan peserta didik merupakan hal yang perlu diketahui oleh
pelaksana pendidikan terutama pendidik yang secara langsung mendidik peserta
didik tersebut. Bagi sesama peserta didik juga perlu diketahui agar dapat
bertoleransi dengan sesama peserta didik yang memiliki perbedaan karakteristik.

Komentar
Posting Komentar