LAPORAN BACAAN "4"
Assalamualaikum
Warrahmatullahi Wabarakatuhu
Hai
teman-teman. Selamat datang di Nami's widlstr_Blog yaa. Pada kesempatan kali
ini, saya Nurrahmi Widya Lestari akan menyampaikan hasil laporan bacaan saya
lagi mengenai tugas laporan bacaan dari mata kuliah Magang 1 yang diampu
oleh Dosen Ibu Farninda Aditya, M.Pd.
Selamat
membaca semua nya ....
STRATEGI PEMBELAJARAN
Pembelajaran
adalah upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar.
Tujuan strategi pembelajaran adalah terwujudnya efesiensi dan efektivitas
kegiatan belajar yang dilakukan peserta didik. Pihak-pihak yang terlibat dalam
pembelajaran adalah pendidik (perorangan dan atau kelompok) serta peserta didik
(perorangan, kelompok, dan atau komunitas) yang berinteraksi edukatif antara
satu dengan yang lainnya. Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan
pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran
dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dalam strategi pembelajaran
terkandung makna perencanaan. Maksudnya, pada dasarnya strategi masih bersifat
konseptual mengenai keputusan yang akan diambil dalam pelaksanaan pembelajaran.
Secara
umum, strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar untuk bertindak
dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dalam dunia pendidikan,
strategi dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi mengenai rangkaian
kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Strategi
pembelajaran adalah suatu rencana atau tindakan (rangkaian kegiatan) yang di
dalamnya termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau
kekuatan dalam pembelajaran. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu.
Artinya arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan
sehingga penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai
fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan.
Akan tetapi perlu dirumuskan suatu tujuan yang jelas yang bisa diukur
keberhasilannya.
Strategi
pembelajaran berdasarkan klasifikasinya yaitu :
1.
Penekanan
Komponen dalam Program Pengajaran
Komponen program
pengajaran antara lain yang berpusat pada pengajar, peserta didik, dan materi
pengajaran. Berpusat pada pengajar, pengajar menyampaikan informasi kepada
peserta didik. Teknik penyajian adalah teknik ceramah, teknik team teaching,
teknik sumbang saran, teknik demonstrasi, dan teknik antar disiplin. Berpusat
pada peserta didik, strategi pembelajaran seperti ini memberikan kesempatan
seluas-luasnya kepada peserta didik untuk aktif dan berperan dalam kegiatan
pembelajaran.
Dalam hal ini, pengajar berperan sebagai fasilitator dan motivator. Teknik penyajian adalah teknik diskusi, teknik kerja kelompok, teknik penemuan, teknik eksperimen, teknik kerja lapangan, dan teknik penyajian khusus. Berpusat pada materi pengajaran, materi terbagi dua yaitu materi formal dan materi informal. Materi formal adalah isi pelajaran yang terdapat dalam buku-buku teks resmi disekolah, sedangkan materi informal adalah bahan- bahan pelajaran yang bersumber dari lingkungan sekolah. Teknik penyajian adalah tutorial, teknik modular, teknik pengajaran terpadu, dan teknik demonstrasi.
2.
Kegiatan
Pengolahan Pesan atau Materi Dibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran
ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian, baik berupa bahan
tertulis maupun penjelasan secara verbal.
Pada bagian strategi pembelajaran heuristik adalah sebuah strategi
yang dimana menyiasati agar aspek-aspek dari komponen-komponen pembentuk sistem
intruksional mengarah kepada pengaktifan peserta didik untuk mencari dan
menemukan fakta, prinsip, serta konsep yang sangat di butuhkan.
3.
Pengolahan
Pesan atau Materi
4.
Cara
Memproses Penemuan Dibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran
ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian yang dapat berupa bahan
tertulis atau penjelasan verbal.
Guru
sebagai pengembang media pembelajaran harus mengetahui perbedaan
pendekatan-pendekatan dalam belajar agar dapat memilih strategi pembelajaran
yang tepat. Strategi pembelajaran harus dipilih untuk memotivasi para
pembelajar, memfasilitasi proses belajar, membentuk manusia seutuhnya, melayani
perbedaan individu, mengangkat belajar bermakna, mendorong terjadinya
interaksi, dan memfasilitasi belajar kontekstual. Tapi saat sekarang realitanya
kita dapat melihat di dalam proses pembelajaran itu sendiri guru masih belum
bisa mengondisikan pembelajarannya sesuai yang diharapkan oleh siswa maupun
kurikulum yang dituntut. Tidak hanya itu, kadangkala guru belum bisa memahami
seperti apa pembelajaran siswa itu sendiri.
Strategi
pembelajaran merupakan cara-cara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran
yang berbeda di bawah kondisi yang berbeda (Reigeluth, 1983, Degeng, 1989) (dalam
Made Wena, 2008:5). Kozma (dalam sanjaya 2007) secara umum menjelaskan
bahwa strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang
dipilih, yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta
didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu (Hamruni, 2009:3).
Depdiknas
(2003) merumuskan strategi pembelajaran sebagai cara pandang dan pola pikir
guru dalam mengajar agar pembelajaran menjadi efektif. Artinya , rumusan yang
dibuat Depdiknas lebih spesifik dengan tujuan yang jelas, yaitu meningkatkan
efektivitas pembelajaran. Rumusan Depdiknas tersebut diperkuat dengan
pernyataan selanjutnya bahwa dalam mengembangkan strategi pembelajaran, guru
perlu mempertimbangkan beberapa hal yang memungkinkan terciptanya pembelajaran
efektif dan berhasil baik(Darmansyah, 2010:18-19).
-
Macam
– macam Strategi Pembelajaran dalam Buku Strategi Pembelajaran
Berorientasi Standar Proses Pendidikan
1.
Strategi
Pembelajaran Penyampaian (Exposition)
Bahan pelajaran disajikan kepada siswa dalam bentuk jadi dan siswa dituntut untuk menguasai bahan tersebut. Roy Killen menyebutnya dengan strategi pembelajaran langsung (direct instruction). Dan pada bagian materi ini materi pelajaran disajikan begitu saja kepada siswa, siswa dituntut untuk mengolahnya. Kewajiban siswa adalah menguasainya secara penuh. Dengan demikian , dalam strategi ekspositori guru berfungsi sebagai penyampaian.
2.
Strategi
Pembelajaran Penemuan (Discovery)
Pada pembelajaran ini bahan pelajaran dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa melalui berbagai aktivitas, sehingga tugas guru lebih banyak menjadi fasilitator dan pembimbing bagi siswanya. Karena sifatnya yang demikian strategi ini sering juga dinamakan strategi pembelajaran tidak langsung.
3.
Strategi
Pembelajaran Individual (Individual)
Strategi belajar individual dilakukan oleh siswa secara mandiri. Kecepatan, kelambatan, dan keberhasilan pembelajaran siswa sangat ditentukan oleh kemampuan individu siswa yang bersangkutan. Bahan pelajaran serta bagaimana mempelajarinya didesain untuk belajar sendiri.
4.
Strategi
Pembelajaran Kelompok (Groups)
Strategi belajar kelompok dilakukan secara beregu. Sekelompok siswa diajar oleh seorang atau beberapa orang guru. Bentuk belajar kelompok ini bisa dalam pembelajaran kelompok besar atau pembelajaran klasikal, atau bisa juga siswa dalam kelompok-kelompok kecil biasa. Strategi kelompok tidak hanya memerhatikan kecepatan belajar individual. Setiap individu dianggap sama. Oleh karena itu, belajar dalam kelompok dapat terjadi siswa memiliki kemampuan tinggi akan terhambat oleh siswa yang memiliki kemampuan kurang akan merasa tergusur oleh siswa yang mempunyai kemampuan tinggi.
-
Dari
cara penyajian dan pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan menjadi
dua yaitu:
1.
Strategi
Pembelajaran Deduktif
Strategi pembelajaran deduktif adalah strategi pembelajaran yang dillakukan dengan mempelajari konsep-konsep terlebih dahulu untuk kemudian dicari kesimpulan dan ilustrasi-ilustrasi, atau bahan pelajaran yang dipelajari dimulai dari hal-hal yang abstrak, kemudian secara perlahan-lahan, menuju hal yang konkret. Strategi ini biasa nya disebut juga strategi pembelajaran dari umum ke khusus.
2.
Strategi
Pembelajaran Induktif
Strategi ini merupakan bahan yang dipelajari dimulai dari hal-hal yang konkret atau contoh-contoh yang kemudian secara perlahan siswa dihadapkan pada materi yang kompleks dan sukar. Strategi ini kerap dinamakan strategi pembelajaran dari khusus ke umum.
Pembelajaran pada dasarnya adalah proses penambahan informasi dan
kemampuan baru. Ketika kita berpikir informasi dan kemampuan apa yang harus
dimiliki oleh siswa, maka pada saat itu juga kita semestinya berpikir strategi
apa yang harus dilakukan agar semua itu dapat tercapai secara efektif dan
efisien. Ini sangat penting untuk dipahami, sebab apa yang harus dicapai akan
menentukan bagaimana cara penyampaiannya.
Dan pada tujuan pembelajaran merupakan sasaran yang hendak dicapai
pada akhir pengajaran, serta kemampuan yang harus dimiliki siswa. Sasaran
tersebut dapat terwujud dengan menggunakan metode-metode pembelajaran. Dalam
hal ini, metode yang dapat membantu siswa-siswi mencapai tujuan adalah metode
ceramah berupa guru memberi instruksi, petunjuk, aba-aba, dan dilaksanakan di
lapangan. Kemudian metode demonstrasi berupa siswa-siswi mendemonstrasikan cara
menendang bola dengan baik dan benar.
Demikianlah
blog yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfat buat semua nya.
Wassalamualaikum
warrahmatullahi wabarakatuhu
Komentar
Posting Komentar