LAPORAN BACAAN "5"
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuhu
Hai teman-teman. Selamat datang di Nami's widlstr_Blog yaa. Pada kesempatan kali ini, saya Nurrahmi Widya Lestari akan menyampaikan hasil laporan bacaan saya lagi mengenai tugas laporan bacaan dari mata kuliah Magang 1 yang diampu oleh Dosen Ibu Farninda Aditya, M.Pd.
Selamat membaca semua nya ....
MEDIA PEMBELAJARAN
Media
dalam arti sempit berarti komponen bahan dan komponen alat dalam sistem
pembelajaran. Dalam arti luas media berarti pemanfaatan secara maksimum semua
komponen sistem dan sumber belajar di atas untuk mencapai tujuan pembelajaran
tertentu.
Media
dalam dunia pendidikan pada umumnya dan pembelajaran secara khusus telah
memberikan kontribusi atau sumbangan besar dalam rangka menyediakan dan
melaksanakan pemecahan masalah guna memberi kemungkinan belajar. Pemecahan
masalah belajar yang ditawarkan ini berupa penyediaan sumber belajar, baik yang
sengaja dirancang maupun yang dipilih dan kemudian dimanfaatkan.
Media
sebagai salah satu komponen dalam sistem itu mempunyai fungsi sebagai sarana
komunikasi non-verbal. Sebagai salah satu komponen sistem nya berarti media
mutlak harus ada atau harus dimanfaatkan di dalam setiap pembelajaran.
Dikatakan demikian sebab jika salah satu komponen itu tidak ada maka hasil yang
diperoleh tidak akan maksimal.
Menurut
Hamidjojo yang dimaksud media ialah semua bentuk perantara yang dipakai orang
penyebar ide, sehingga gagasan itu sampai kepada penerima. Sehingga media pembelajaran secara singkat
dapat dikemukakan sebagai sesuatu (bisa berupa alat, bahan, atau keadaan) yang
digunakan sebagai perantara komunikasi dalam kegiatan pembelajaran. Jadi ada
tiga konsep yang mendasari batasan media pembelajaran di atas yaitu konsep
komunikasi, konsep sistem dan konsep pembelajaran.
Pembelajaran
merupakan suatu sistem, yang di dalamnya terdapat sejumlah komponen yang saling
berhubungan satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan. Beberapa komponen
dimaksud meliputi: tujuan, bahan/materi ajar, metode, alat/media dan, evaluasi
(Ali,1992:30). Karena pembelajaran merupakan suatu sistem maka keberhasilan
pembelajaran sangat ditentukan oleh sejauh mana efektifitas tiap-tiap komponen
tersebut berinteraksi.
Menurut
Yusufhadi Miarso, media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk
menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan
kemauan belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang
disengaja, bertujuan, dan terkendali.
Adanya
media pembelajaran dalam penyampaian materi di dalam kelas akan menambah minat
siswa dalam belajar. Adapun yang
kita ketahui bahwa secara didaktis psikologis media pembelajaran sangat
membantu perkembangan psikologis anak dalam hal belajar. Karena dikatakan
demikian sebab secara psikologis alat bantu mengajar berupa media pembelajaran
sangat memudahkan siswa dalam hal belajar karena media dapat membuat hal-hal
yang bersifat abstrak menjadi lebih kongkrit (nyata). Hal tersebut sangat sejalan
dengan yang dikatakan Rusyan (1993) yakni pada prinsipnya media itu dipakai
dalam proses pembelajaran dengan maksud untuk membuat cara berkomunikasi yang
lebih efektif dan efisien.
Adapun
terkait dengan efektivitas penggunaan media dalam proses pembelajaran Depdikbud
(1992:79) menegaskan bahwa penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat
membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa, mengurangi atau menghindari
terjadinya verbalisme, membangkitkan nalar yang teratur, sistematis, dan untuk
menumbuhkan pengertian dan mengembangkan nilai-nilai pada diri siswa.
Dan penggunaan
media pembelajaran sangat penting karena dapat menyingkat waktu. Artinya,
pembelajaran dengan menggunakan media dapat menyederhanakan masalah terutama
dalam menyampaikan hal-hal yang baru dan asing bagi siswa. Dari beberapa hal
yang diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran itu sangat
penting untuk meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar atau yang lainnya.
Cara
merancang media yang efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan pembelajaran
selain tergantung pada kemampuan guru dimana juga dapat dikemukakan beberapa
cara yang efektif untuk merancang media pembelajaran yang baik. Antara lain
yaitu :
(1)
Media
harus dirancang sesederhana mungkin sehingga jelas dan mudah dipahami oleh
siswa
(2)
Media
hendaknya dirancang sesuai dengan pokok bahasan yang akan diajarkan
(3)
Media
hendaknya dirancang tidak terlalu rumit dan tidak membuat anak-anak menjadi
bingung
(4)
Media
hendaknya dirancang dengan bahan-bahan yang sederhana dan mudah didapat, tetapi
tidak mengurangi makna dan fungsi media itu sendiri
(5) Media dapat dirancang dalam bentuk model, gambar, bagan berstruktur, dan lain-lain, tetapi dengan bahan yang murah dan mudah didapat sehingga tidak menyulitkan guru dalam merancang media dimaksud.
Dalam aktivitas pembelajaran bahwasanya pembelajaran mungkin lebih banyak tergantung pada keberadaan guru. Dalam situasi demikian, media mungkin tidak banyak digunakan oleh guru atau apabila digunakan media hanya sebatas sebagai “alat bantu” pembelajaran. Pandangan demikian ini mengisyaratkan tidak adanya upaya pemberdayaan media dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, pembelajaran mungkin juga tidak memerlukan kehadiran guru. Karena media pembelajaran yang dirancang secara memadai dapat meningkatkan dan memajukan belajar dan memberikan dukungan pada pembelajaran yang berbasis guru dan tingkat keefektifan media pembelajaran tergantung pada guru itu sendiri.
Media pembelajaran ini sangat memiliki dampak yang amat besar terhadap struktur organisasi kelembagaan pendidikan baik pada tingkat makro maupun tingkat mikro. Dampak ini dapat dirasakan dalam tiga hal, yaitu mengubah pengambilan keputusan, menciptakan pola pembelajaran baru, dan memungkinkan adanya bentuk alternatif baru dalam kelembagaan pendidikan.
Manfaat dari media pembelajaran yaitu yang pertama, memberikan pedoman bagi guru untuk mencapai tujuan pembelajaran sehingga dapat menjelaskan materi pembelajaran dengan urutan yang sistematis dan membantu dalam penyajian materi yang menarik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kedua, dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa sehingga siswa dapat berpikir dan menganalisis materi pelajaran yang diberikan oleh guru dengan baik dan dengan situasi belajar yang menyenangkan dan siswa dapat memahami materi pelajaran dengan mudah.
-
Fungsi
Media Pembelajaran
a)
Fungsi
Komunikatif
Media pembelajaran digunakan untuk
memudahkan komunikasi antara penyampai pesan dan penerima pesan. Sehingga tidak
ada kesulitan dalam menyampaikan bahasa verbal dan salah persepsi dalam menyampaikan
pesan.
b)
Fungsi
motivasi
Media pembelajaran dapat memotivasi siswa
dalam belajar. Dengan pengembangan media pembelajaran tidak hanya mengandung
unsur artistic saja akan tetapi memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran
sehingga dapat meningkatkan gairah siswa untuk belajar.
c)
Fungsi
Kebermaknaan
Penggunaan media pembelajaran dapat lebih
bermakna yakni pembelajaran bukan hanya meningkatkan penambahan informasi
tetapi dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk menganalisis dan mencipta.
d)
Fungsi
Penyamaan Persepsi
Dapat menyamakan persepsi setiap siswa
sehingga memiliki pandangan yang sama terhadap informasi yang di sampaikan.
e)
Fungsi
Individualitas
Dengan latar belakang siswa yang berbeda, baik itu pengalaman, gaya belajar, kemampuan siswa maka media pembelajaran dapat melayani setiap kebutuhan setiap individu yang memiliki minat dan gaya belajar yang berbeda.
Media pembelajaran diklasifikasikan
menjadi :
(a) Media Auditif, yaitu media yang mengandalkan kemampuan suara,
seperti tape recorder.
(b) Media Audio, yang mengandalkan
kemampuan suara seperti radio, kaset.
(c) Media Visual yaitu media yang
menampilkan gambar diam seperti, foto, lukisan.
(d) Media Audiovisual, yaitu media
yang menampilkan suara dan gambar seperti film, video.
(e) Kriteria yang perlu diperhatikan
guru dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran, yaitu : tujuan,
efektifitas, kemampuan guru dan siswa, fleksibilitas, kesediaan media, manfaat,
kualitas.
(f) Dan adapun yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan adanya media pembelajaran yaitu proses belajar mengajar menjadi mudah dan menarik sehingga siswa dapat mengerti dan memahami pelajaran dengan mudah yakni dengan efisiensi belajar siswa meningkat karena sesuai tujuan pembelajaran, membantu konsentrasi belajar siswa karena media pembelajaran menarik dan sesuai kebutuhan siswa, meningkatkan motivasi belajar siswa, memberikan pengalaman menyeluruh dalam belajar sehingga siswa memahami secara nyata dari materi yang diberikan. Siswa terlibat dalam proses pembelajaran sehingga siswa aktif mengikuti proses pembelajaran dan siswa memiliki kesempatan melakukan kreativitas dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Dengan adanya berbagai macam media
yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran, baik yang dijual
di toko-toko, dibuat atau didesain sendiri oleh guru maupun yang dapat
dimanfaatkan di lingkungan sekitar maka sebaiknya mengetahui berbagai jenis
media tersebut serta memahami karakteristik-karakteristik yang dimilikinya. Karena
selain itu, diperlukan juga kemampuan untuk memilih media yang sesuai dengan
kompetensi/tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran.
Demikianlah blog yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfat buat semua nya.
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuhu

Komentar
Posting Komentar