LAPORAN BACAAN "6"
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuhu
Hai teman-teman. Selamat datang di Nami's widlstr_Blog yaa. Pada kesempatan kali ini, saya Nurrahmi Widya Lestari akan menyampaikan hasil laporan bacaan saya lagi mengenai tugas laporan bacaan dari mata kuliah Magang 1 yang diampu oleh Dosen Ibu Farninda Aditya, M.Pd.
Selamat membaca semua nya ....
MANAJEMEN SEKOLAH
Menurut
Stoner Manajemen secara umum yang dikutip oleh T. Hani Handoko (1995) manajemen
adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan
usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi
lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Sedangkan
dalam konteks sekolah yaitu Manajemen sekolah menurut buku manajamen sekolah
sebenarnya merupakan aplikasi ilmu manajemen dalam bidang persekolahan. Karena ketika
istilah manajemen diterapkan dalam bidang pemerintahan akan menjadi manajemen
pemerintahan, dalam bidang pendidikan menjadi manajemen pendidikan, begitu dan seterusnya.
-
Tujuan
Manajemen Sekolah
Tujuan
manajemen sekolah menurut Sagala (2007) adalah mewujudkan tata kerja yang lebih
baik dalam empat hal yaitu meningkatnya efisiensi penggunaan sumber daya dan
penugasan staf, meningkatnya profesionalisme guru dan tenaga kependidikan di
sekolah, munculnya gagasan-gagasan baru dalam implementasi kurikulum,
penggunaan teknologi pembelajaran, dan pemanfaatan sumber-sumber belajar, dan meningkatnya
mutu partisipasi masyarakat dan stakeholder.
Adapun
tujuan utama penerapan manajemen sekolah pada intinya adalah untuk
penyeimbangan struktur kewenangan antara sekolah, pemerintah daerah pelaksanaan
proses dan pusat sehingga manajemen menjadi lebih efisien. Dan kewenangan
terhadap pembelajaran di serahkan kepada unit yang paling dekat dengan
pelaksanaan proses pembelajaran itu sendiri yaitu sekolah.
Di
samping itu untuk memberdayakan sekolah agar sekolah dapat melayani masyarakat
secara maksimal sesuai dengan keinginan masyarakat tersebut. Tujuan penerapan
manajemen sekolah adalah untuk memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui
kewenangan kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan
keputusan secara partisipatif. Lebih rincinya manajemen sekolah bertujuan untuk
meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam
mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia, meningkatkan kepedulian
warga sekolah dan masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan melalui
pengambilan keputusan bersama, meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang
tua, masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolahnya, meningkatkan kompetensi
yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai.
-
Fungsi
Manajemen Sekolah
Menurut
Percy E. Burrup fungsi-fungsi manajemen pendidikan di sekolah adalah:
1.
Merencanakan
cara dan langkah-langkah mewujudkan tujuan program sekolah.
2.
Mengalokasikan
baik sumber daya maupun kegiatan mengajar sehingga masing-masing tahu tugas dan
tanggung jawab.
3.
Memotivasi
dan menstimulus kegiatan staf pengajar sehingga mereka dapat melaksanakan
tugasnya dengan sebaik-baiknya.
4.
Mengkoordinir
kegiatan anggota staf pengajar dan setiap satuan tugas di sekolah sehingga
tenaga dapat digunakan seefektif mungkin.
5.
Menilai
efektivitas program dan pelaksanaan tugas pengajaran dan tujuan-tujuan sekolah
yang ditentukan sudah tercapai apa belum. Dan menilai pertumbuhan kemampuan
mengajar tiap guru.
Sebagai
lembaga pendidikan formal, sekolah yang lahir dan berkembang secara efektif dan
efisien dari dan oleh serta untuk masyarakat itu merupakan perangkat yang
berkewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam mendidik warga
negara. Sekolah dikelola secara formal, hierarkis dan kronologis yang berhaluan
pada falsafah dan tujuan pendidikan nasional. Dimana sebagaimana disepakati
oleh para praktisi pendidikan bahwa pendidikan bisa berjalan karena dibangun
oleh beberapa komponen dasar seperti guru, siswa, kurikulum, bangunan, fisik,
media pembelajaran dan sebagainya. Namun dari ke semua yang dianggap mendasar
itu faktor komponen manusia yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan
merupakan faktor yang paling menentukan.
Mengelola
pendidikan bukanlah hal-hal yang mudah untuk dilakukan karena mengelola
pendidikan sangat rumit. Karena di sekolah sangat diperlukan adanya manajemen
yang efektif agar pekerjaan dapat berjalan lancar. Mengingat beratnya proses
pengelolaan pendidikan di sekolah, maka kepala sekolah sebagai pemimpin harus
memahami seni memimpin. Karena dalam kata lain kepala sekolah itu memang harus
menjadi manajer leader di sekolah yang mengerti serta menerapkan manajemen
kepemimpinan.
Dan adapun kepemimpinan berhubungan
dengan kemampuan menentukan arah dan memastikan bahwa kendaraan berada dalam
jalan yang sesuai dengan peta yang ditetapkan. Manajer bekerja sesuai dengan
sistem, sedangkan kepemimpinan memperbaiki sistem serta membuat arah, tujuan,
dan segala hal yang berkaitan dengan esensi dan substansi. Manajer berbicara
tentang apa yang harus dikerjakan, kepemimpinan berbicara tentang mengapa dan
apa akibatnya bila hal tersebut harus dikerjakan.
Kepemimpinan pendidikan adalah suatu
kemampuan dan proses mempengaruhi, membimbing, mengkoordinir, dan menggerakkan
orang lain yang ada hubungannya dengan pengembangan ilmu pendidikan dan pelaksanaan
pendidikan dan pengajaran agar kegiatan-kegiatan yang dijalankan dapat lebih
efisien dan efektif di dalam pencapaian tujuan-tujuan pendidikan dan
pengajaran.
Dalam
pelaksanaan manajemen diperlukan adanya teknik. Adapun teknik-teknik manajemen
kepemimpinan pendidikan di sekolah, yaitu:
1.
Teknik manajemen konvensional
Teknik
manajemen konvensional banyak menekankan pada aspek mekanisasi dan dekat dengan
hubungan kemanusiaan.
2.
Management by personality
Teknik
ini dilaksanakan dengan diwarnai oleh pengakuan akan kewibawaan seseorang
mengelola organisasi.
3.
Management by reward
Teknik
ini memunculkan dorongan kerja dengan motivasi ekstrinsik. Orang dianggap mau
bekerja apabila diberi hadiah-hadiah atau pujian.
4.
Teknik manajemen modern
Pada
zaman sekarang, falsafah dasar demokrasi sudah berkembang dan kemudian muncul
upaya baru dalam memanajemen proses pendidikan.
5.
Management by delegation
Teknik
ini dilaksanakan dengan memberikan kepercayaan dan pengakuan atas prestasi dan
kemampuan anggota.
6.
Management by system
Teknik
ini dilaksanakan dengan melihat komponen-komponen yang ada dalam organisasi
pendidikan sebagai kesatuan yang utuh. Misalnya, sekolah.
- Kepemimpinan
Sekolah
1. Pengertian Kepemimpinan
Menurut Sutisna, kepemimpinan adalah
proses mempengaruhi kegiatan seseorang atau kelompok dalam usaha ke arah
pencapaian tujuan dalam situasi tertentu. Dan menurut Soepardi, kepemimpinan
adalah kemampuan untuk menggerakkan, mempengaruhi, memotivasi, mengajak,
mengarahkan, menasihati, membimbing, menyuruh, memerintah, melarang, dan bahkan
menghukum serta membina dengan maksud agar manusia sebagai media manajemen mau
bekerja dalam rangka mencapai tujuan administrasi secara efektif dan efisien.
2. Pemimpin dan Kepemimpinan
Pemimpin adalah orang yang tugasnya
memimpin, sedang kepemimpinan adalah bakat dan atau sifat yang harus dimiliki
seorang pemimpin. Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang,
baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu, bawahan dipimpin
dari bukan dengan jalan menyuruh atau mendorong dari belakang.
Seorang
pemimpin mempunyai keterampilan manajemen (managerial skill) maupun
keterampilan teknis (technical skill). Semakin rendah kedudukan seorang teknis
pemimpin dalam organisasi maka keterampilan lebih menonjol dibandingkan dengan
keterampilan manajemen. Hal ini disebabkan karena aktivitas yang bersifat
operasional. Bertambah tinggi kedudukan seorang pemimpin dalam organisasi maka
semakin menonjol keterampilan manajemen dan aktivitas yang dijalankan adalah
aktivitas bersifat konsepsional. Dengan perkataan lain semakin tinggi kedudukan
seorang pemimpin dalam organisasi maka semakin dituntut dari padanya kemampuan
berpikir secara konsepsional strategis dan makro.
3. Peran Kepala Sekolah
Di antara pemimpin pendidikan yang
bermacam-macam jenis dan tingkatannya, kepala sekolah merupakan pemimpin
pendidikan yang sangat penting karena kepala sekolah berhubungan langsung dengan
pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Ketercapaian tujuan pendidikan
sangat bergantung pada kecakapan dan kebijaksanaan kepala sekolah sebagai salah
satu pemimpin pendidikan. Hal ini karena kepala sekolah merupakan seorang
pejabat yang profesional dalam organisasi sekolah yang bertugas mengatur semua
sumber organisasi dan bekerja sama dengan guru-guru dalam mendidik siswa untuk
mencapai tujuan pendidikan.
Kegiatan lembaga pendidikan sekolah
di samping diatur oleh pemerintah, sesungguhnya sebagian besar ditentukan oleh
aktivitas kepala sekolahnya. Menurut Pidarta (1990), kepala sekolah merupakan
kunci kesuksesan sekolah dalam mengadakan perubahan. Sehingga kegiatan
meningkatkan dan memperbaiki program dan proses pembelajaran di sekolah
sebagian besar terletak pada diri kepala sekolah itu sendiri. Pidarta (1997)
menyatakan bahwa kepala sekolah memiliki peran dan tanggung jawab sebagai
manajer pendidikan, pemimpin pendidikan, supervisor pendidikan dan
administrator pendidikan.
- Rencana Pengembangan Sekolah
Rencana
Pengembangan Sekolah (RPS) yaitu salah satu wujud dari salah satu fungsi
manajemen sekolah yang amat penting, dimana ini memang yang harus dimiliki
sekolah untuk dijadikan sebagai panduan dalam menyelenggarakan pendidikan di
sekolah, baik untuk jangka panjang (20 tahun), menengah (5 tahun) maupun pendek
(1 tahun). Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) memiliki fungsi amat penting guna
memberi arah dan bimbingan bagi para pelaku sekolah dalam rangka pencapaian
tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang
kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan.
Standar
Nasional Pendidikan (standar kelulusan, kurikulum, proses, pendidikan dan
tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pembiayaan, pengelolaan, dan
penilaian pendidikan) merupakan substansi penting dalam sistem pengelolaan
sekolah yang harus direncanakan sebaik-baiknya dan diakomodir dalam penyusunan
rencana pengembangan sekolah.
1. Arti perencanaan pengembangan
sekolah
2. Pentingnya rencana pengembangan
sekolah
3. Tujuan rencana pengembangan
sekolah
4. Sistem perencanaan sekolah
5. Tahap-tahap penyusunan rencana
pengembangan sekolah
Komentar
Posting Komentar