LAPORAN BACAAN "7"
Assalamualaikum
Warrahmatullahi Wabarakatuhu
Hai teman-teman.
Selamat datang di Nami's widlstr_Blog yaa. Pada kesempatan kali ini, saya
Nurrahmi Widya Lestari akan menyampaikan hasil laporan bacaan saya lagi
mengenai tugas laporan bacaan dari mata kuliah Magang 1 yang diampu oleh Dosen
Ibu Farninda Aditya, M.Pd.
Selamat membaca semua
nya ....
MANAJEMEN KELAS
Menurut M. Manullang, menuliskan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian, yaitu
pertama, manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang memiliki aktivitas
manajemen dan ketiga, manajemen sebagai suatu seni (art) dan sebagai suatu ilmu
senada dengan apa yang dikatakan oleh Luther Gullick dalam Nanang Fattah.
Manajemen
atau pengelolaan kelas merupakan berbagai jenis kegiatan yang dengan sengaja
dilakukan oleh guru dengan tujuan menciptakan kondisi yang optimal bagi
terjadinya proses belajar mengajar di kelas. Dan manajemen kelas sangat
berkaitan dengan upaya-upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang
optimal bagi terjadinya proses belajar meliputi penghentian perilaku peserta
didik yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran, penyelesaian
tugas oleh peserta didik secara tepat waktu, penetapan norma kelompok yang
produktif, di dalamnya mencakup pengaturan orang (peserta didik) dan fasilitas
yang ada.
Manajemen
kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana pembelajaran
yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan
baik sesuai dengan kemampuan.
Tujuan
manajemen kelas secara umum adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan
belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dam kelas.
Dengan adanya fasilitas yang tersedia itu akan memungkinkan siswa belajar dan
bekerja, terciptanya suasana disiplin dan perkembangan intelektual, emosional,
dan sikap serta apresiasi pada siswa.
Menurut suharsimi Aikunto tujuan manajemen kelas adalah agar setiap anak di
kelas itu dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan
pengajaran secara efektif dan efisien. Indikator kelas tertib yaitu :
Ø
Setiap anak terus bekerja, artinya tidak ada anak yang
terhenti karena tidak tahu akan tugas yang harus dilakukan atau tidak dapat
melakukan tugas yang diberikan kepadanya.
Ø Setiap anak terus melakukan pekerjaan tanpa membuang waktu, artinya setiap anak akan bekerja secepatnya agar lekas menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya
Fungsi manajemen kelas dalam proses pembelajaran sangat mendasar sekali
karena kegiatan guru dalam mengelola kelas meliputi mengelola tingkah laku siswa dalam kelas, menciptakan iklim sosial emosional, mengelola proses kelompok.
Secara umum fungsi manajemen kelas ditinjau dari analisis problem adalah memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas, artinya aspek manajemen kelas yang dihadirkan bisa membantu tugas guru sebagai pendidik dalam suatu kinerja yang lebih baik lagi. Dan memelihara agar tugas-tugas itu dapat berjalan dengan lancar, artinya aspek manajemen kelas bisa mengklasifikasi bentuk-bentuk tugas tertentu.
Peningkatan mutu pendidikan sekolah perlu di dukung dengan kemampuan mengelola dan manajemen kelas. Sekolah ataupun kelas harus ada perkembangan, maka dari itu, perlu adanya hubungan baik guru dengan murid agar tercipta suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan. Selain itu, kelas juga harus diatur agar menjadi lingkungan pendidikan yang dapat menumbuhkan kreativitas, kedisiplinan, dan semangat belajar siswa. Dengan alasan inilah perlu adanya implementasi manajemen kelas.
Adapun untuk mengimplementasikan manajemen kelas secara efektif dan efisien, guru harus memiliki pengetahuan dan pandangan luas tentang mengelola kelas. Selain itu, guru di tuntut untuk melakukan fungsinya sebagai guru dalam meningkatkan proses pembelajaran dengan manajemen kelas, membina, dan memberikan saran positif kepada siswa. Selain itu, guru juga harus melakukan tukar fikiran kepada siswanya.
Ø Pendekatan Manajemen Kelas
-
Pendekatan
Perubahan Perilaku (Behavior Modification Approach), dalam pendekatan perilaku
ini dapat dikemukakan bahwa mengabaikan perilaku siswa yang tidak diinginkan
dan menunjukan persetujuan atas perilaku yang diinginkan adalah amat efektif
dalam menumbuhkan perilaku yang baik bagi para siswa di kelas, sedangkan
menunjukkan persetujuan atas perilaku siswa yang baik merupakan kunci
pengelolaan kelas yang efektif.
-
Pendekatan
Iklim Sosioemosional (Socio Emotional Climate Apparoach)
Menurut Rogers
Wiliam Glasser Rogers bahwa pengajar perlu bersifat tulus terhadap siswanya,
menerima dan menghargai siswa sebagai manusia, serta memahami siswa dari sudut
siswa itu sendiri, sedangkan Glasser lebih menekankan pada pentingnya pengajar
membina rasa tanggung jawab dan harga diri siswa.
-
Pendekatan
Proses Kelompok (Group Processes Approach)
Menurut R.A. Schmuck dan P.A Schmuck bahwa terdapat enam unsur yang berkaitan dengan pengelolaan kelas. Unsur-unsur yang dimaksud adalah harapan, kepemimpinan, kemenarikan, norma, komunikasi, dan keeratan hubungan. Johnson dan Bany mengemukakan dua jenis pengelolaan kelas yang penting adalah kemudahan dan pemeliharaan.
Ø Aspek-aspek Manajemen Kelas
Menurut Oemar Malik ada 7 aspek yaitu :
- Tujuan instruksional
- Materi pelajaran
- Metode dan strategi pembelajaran
- Ketenagaan, meliputi aspek siswa, waktu, tempat, perlengkapan
- Media instruksional
- Penilaian
- Penunjang fasilitas
Ø Masalah-masalah dalam Manajemen Kelas
Masalah perilaku siswa itu bisa menimbulkan beberapa masalah dalam
manajemen kelas diantaranya yaitu :
a. Kurangnya kesatuan, dengan adanya kelompok,
misalnya pertentangan jenis kelamin.
b. Tidak ada standar perilaku dalam bekerja kelompok,
misalnya ribut, bercakap-cakap, pergi kesana kemari, dan sebagainya.
c. Reaksi negatif terhadap
anggota kelompok, misalnya bermusuhan, dan merendahkan.
d. Moral renda, permusuhan, agresif, misalnya dalam lembaga dengan alat-alat belajar kurang, kekurangan uang.
Ø Prinsip-prinsip Manajemen Kelas
Djamarah
menyebutkan dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas
dapat dipergunakan. Prinsip-prinsip pengelolaan kelas adalah sebagai berikut.
1. Hangat dan
Antusias diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru yang hangat dan akrab
pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada
aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.
2. Tantangan
yaitu penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang
menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi
kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.
3. Bervariasi,
yaitu penggunaan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara
guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian
siswa. Dan kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas
yang efektif dan menghindari kejenuhan.
4. Keluwesan tingkah
laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan
munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif.
Keluwesan pengajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan siswa,
tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas dan sebagainya.
5. Penekanan
pada hal-hal yang positif yaitu pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik, guru
harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian
pada hal-hal yang negative. Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan
yang dilakukan guru terhadap tingkah laku siswa yang positif daripada mengomeli
tingkah laku yang negatif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian
penguatan yang positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang
dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar.
6. Penanaman Disiplin Diri yaitu tujuan
akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan dislipin
diri sendiri dan guru sendiri hendaknya menjadi teladan mengendalikan diri dan
pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila
ingin anak didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal.
Demikianlah blog yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat buat semua nya.
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuhu

Komentar
Posting Komentar