LAPORAN BACAAN "10"

 Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuhu

Hai teman-teman. Selamat datang di Nami's widlstr_Blog yaa. Pada kesempatan kali ini, saya Nurrahmi Widya Lestari akan menyampaikan hasil laporan bacaan saya lagi  mengenai tugas laporan bacaan dari mata kuliah Magang 1 yang diampu oleh Dosen Ibu Farninda Aditya, M.Pd.

Selamat membaca semua nya ....

EVALUASI PEMBELAJARAN



Menurut Suharsimi Arikunto dan Cepi Safruddin Abdul Jabar (2014: 2) menyimpulkan dari beberapa pendapat para ahli, bahwa evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yaitu informasi tersebut digunakan untuk  menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil sebuah keputusan.

Dan Menurut Stufflebeam dan Shinkfiel (1985),  dalam Djemari Mardapi (2012: 26) mengatakan bahwa evaluasi didefinisikan sebagai proses untuk memperoleh informasi guna memilih alternatif yang terbaik.

Dengan evaluasi, maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui karena dengan evaluasi pula orang dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan. Tanpa evaluasi, orang tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa, dan tanpa evaluasi pula tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik. Karena melalui evaluasi orang akan mengetahui sampai sejauh mana penyampaian pembelajaran atau tujuan pendidikan atau sebuah program dapat dicapai sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Evaluasi dan penilaian mempunyai persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah keduanya mempunyai pengertian menilai atau menentukan nilai sesuatu. Adapun perbedaannya terletak pada konteks penggunaannya. Penilaian (assessment) digunakan dalam konteks yang lebih sempit dan biasanya dilaksanakan secara internal, yakni oleh orang-orang yang menjadi bagian atau terlibat dalam sistem yang bersangkutan, seperti guru menilai hasil belajar murid, atau supervisor menilai guru. Baik guru maupun supervisor adalah orang-orang yang menjadi bagian dari sistem pendidikan. Adapun evaluasi digunakan dalam konteks yang lebih luas dan biasanya dilaksanakan secara eksternal, seperti konsultan yang disewa untuk mengevaluasi suatu program, baik pada level terbatas maupun pada level yang luas.

Evaluasi lebih bersifat komprehensif yang di dalamnya meliputi pengukuran, dan tes sebagai suatu alat untuk melaksanakan pengukuran itu sendiri. Keputusan evaluasi (value judgement) tidak hanya didasarkan pada hasil pengukuran (quantitative description), dapat pula didasarkan pada hasil pengamatan (qualitative description). Baik yang didasarkan pada hasil pengukuran maupun bukan pengukuran, pada akhirnya menghasilkan keputusan nilai tentang suatu objek yang dinilai.

-          Fungsi dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran

a.  Fungsi Formatif

     Evaluasi dapat memberikan umpan balik bagi guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan mengadakan program remedial bagi siswa yang belum menguasai sepenuhnya materi yang dipelajari.

b.  Fungsi Sumatif

     Evaluasi dapat mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran, menentukan angka nilai sebagai bahan keputusan kenaikan kelas dan laporan perkembangan belajar siswa serta dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

c.  Fungsi Diagnostik

     Evaluasi dapat mengetahui latar belakang siswa (psikologis, fisik dan lingkungan) yang mengalami kesulitan belajar.

d.  Fungsi Seleksi dan Penempatan

     Yaitu hasil evaluasi dapat dijadikan dasar untuk menyeleksi dan menempatkan siswa sesuai dengan minat dan kemampuan.

Evaluasi menurut syarat-syarat psikologis bertujuan agar guru mengenal siswa selengkap mungkin dan agar siswa mengenal dirinya seutuhnya. Di samping itu evaluasi juga berguna untuk mempertinggi hasil pengajaran, karena itu evaluasi tidak bisa dipisahkan dari belajar dan mengajar, dan intinya adalah evaluasi belajar dengan tujuan untuk memperbaikinya. Evaluasi harus dilakukan oleh semua yang bersangkutan, bukan hanya guru tetapi juga siswa. Maka dari itu tujuan evaluasi pembelajaran meliputi:

a.       Untuk melihat produktivitas dan efektivitas kegiatan belajar mengajar

b.      Untuk memperbaiki dan menyempurnakan kegiatan guru

c.       Untuk memperbaiki, menyempurnakan dan mengembangkan program belajar mengajar

d.      Untuk mengetahui kesulitan-kesulitan apa yang dihadapi oleh siswa selama kegiatan belajar dan mencarikan jalan keluarnya

e.       Untuk menempatkan siswa dalam situasi belajar mengajar yang tepat sesuai dengan kemampuannya.

Ruang lingkup evaluasi pembelajaran mencakup semua aspek pembelajaran, baik dalam domain kognitif, afektif maupun psikomotor. Peserta didik yang memiliki kemampuan kognitif yang baik belum tentu dapat menerapkannya dengan baik dalam memecahkan permasalahan kehidupan. Untuk memahami lebih jauh tentang klasifikasi domain hasil belajar, dapat mengikuti pendapat yang dikemukakan Benyamin S.Bloom, dkk., yang mengelompokkan hasil belajar menjadi tiga bagian, yaitu domain kognitif, doman afektif, dan domain psikomotor. Domain kognitif merupakan domain yang menekankan pada pengembangan kemampuan dan keterampilan intelektual. Domain afektif adalah domain yang berkaitan dengan pengembangan perasaan, sikap, nilai dan emosi, sedangkan domain psikomotor berkaitan dengan kegiatan keterampilan motorik.

Ruang lingkup evaluasi pembelajaran hendaknya bertitik tolak dari tujuan evaluasi pembelajaran itu sendiri. Hal ini dimaksudkan agar apa yang dievaluasi relevan dengan apa yang diharapkan. Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk mengetahui keefektifan dan efisiensi sistem pembelajaran, baik yang menyangkut tentang tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, lingkungan, guru dan peserta didik serta sistem penilaian itu sendiri.

Prinsip-Prinsip evaluasi dalam pembelajaran sangat diperlukan sebagai panduan dalam prosedur pengembangan evaluasi, karena jangkauan sumbangan evaluasi dalam usaha perbaikan pembelajaran sebagian ditentukan oleh prinsip-prinsip yang mendasari pengembangan dan pemakaiannya. Sekaitan dengan prinsip-prinsip penilaian tersebut bahwa ada beberapa prinsip penilaian, yaitu tes hasil belajar hendaknya mengukur hasil-hasil belajar yang telah ditentukan dengan jelas dan sesuai dengan tujuan pembelajaran, mengukur sampel yang representatif dari hasil belajar dan bahan-bahan yang tercakup dalam pengajaran, mencakup jenis-jenis pertanyaan/soal yang paling sesuai untuk mengukur hasil belajar yang diinginkan, direncanakan sedemikian rupa agar hasilnya sesuai dengan yang akan digunakan secara khusus, dibuat dengan reliabilitas yang sebesar-besarnya dan harus ditafsirkan secara hati-hati, dan dipakai untuk memperbaiki hasil belajar.

Pada evaluasi informasi yang objektif dapat dijadikan bahan masukan untuk perbaikan proses dan program selanjutnya. Evaluasi dalam pembelajaran tidak semata-mata untuk menentukan rating siswa, melainkan juga harus dijadikan sebagai teknik atau cara pendidikan. Sebagai teknik atau alat pendidikan, evaluasi pembelajaran harus dikembangkan secara terlaksana dan terintegrasi dalam program pembelajaran, dilakukan secara kontinu, mengandung unsur pedagogis, dan dapat lebih mendorong siswa aktif belajar.

Unsur pokok dalam evaluasi pembelajaran adalah objek yang akan dievaluasi, kriteria sebagai pembanding, dan keputusan (judgment). Objek evaluasi dalam pelajaran meliputi isi program pembelajaran, tingkat efesiensi dan efektivitas pelaksanaan program, dan tingkat keberhasilan program pembelajaran (output program). Dan kemudian kriteria sebagai pembanding meliputi kriteria internal (relatif) dan kriteria eksternal (mutlak/absolut). Kriteria yang bersifat relatif menggambarkan posisi objek yang dinilai ditinjau dari kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.

Menurut caranya, evaluasi dibedakan atas dua jenis, yaitu evaluasi kuantitatif dan evaluasi kualitatif. Evaluasi kualitatif biasanya lebih bersifat subjektif dibandingkan dengan evaluasi kuantitatif. Penilaian kuantitatif biasanya dinyatakan dalam bentuk angka-angka, sedangkan evaluasi kualitatif dinyatakan dengan ungkapan seperti “sangat baik, bak, cukup, kurang, sangat kurang” atau “sangat memuaskan, memuaskan, kurang memuaskan, dan tidak memuaskan”. Evaluasi kuantitatif biasanya dilakukan apabila guru ingin memberikan nilai akhir terhadap hasil belajar siswanya. Sedangkan evaluasi kualitatif dilakukan apabila guru ingin memperbaiki hasil belajar siswanya.

Berdasarkan teknisnya, evaluasi dibedakan antara tes dan nontes. Teknik tes dapat dibedakan menurut materi yang akan dinilai, bentuk dan caranya. Menurut materi yang dinilai dibedakan tes hasil belajar, tes kecerdasaan, tes bakat khusus, tes minat, dan tes kepribadian. Menurut bentuknya dibedakan tes uraian dan tes objektif. Menurut caranya dibedakan tes tulisan, tes lisan, dan tes tindakan. Teknis nontes biasanya digunakan untuk menilai proses pembelajaran.

Alat-alat khusus untuk melaksanakan teknis nontes ini dapat dilakukan melalui pengamatan, wawancara, angket, hasil karya/laporan, karangan, dan skala sikap. Berdasarkan kriteria yang digunakan dibedakan kedalam evaluasi berdasarkan acuan patokan (PAP) dan evaluasi berdasarkan acuan normal (PAN).

Demikianlah blog yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat buat semua nya.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuhu


Komentar